Mengasihani Iblis?

Dalam setiap penjelasan makna suatu hal maupun runutan suatu kisah kehidupan, kita selalu dapat menemukan perbedaan, bisa jadi karena si pelaku/ pemilik kisah tidak berbicara jujur kepada semua orang, atau si penjelas (yang menceritakan ulang kisah pelaku) telah menambahkan opininya sendiri atas kisah tersebut. Kita sebagai pihak yang tidak mengetahui secara langsung dari sumber pertama, seringkali merasa bingung harus percaya pada pihak yang mana.

Salah satu hal yang kali ini cukup menarik bagi saya adalah tentang kisah IBLIS. Hal yang biasa kita dengar adalah bahwasanya Iblis adalah makhluk yang ingkar, sombong, dan tak mau menuruti perintah Allah untuk bersujud kepada Nabi Adam a.s., seperti yang dilakukan oleh Malaikat. Oleh sebab itu Iblis dihukum, namun hukumannya ditangguhkan sampai hari kiamat, dan ia diberikan izin untuk menggoda dan menyesatkan para manusia sampai hari itu tiba.

Nah, beberapa waktu yang lalu saya mendengar cerita dari seorang teman, yang entah dari mana sumbernya (tapi setelah ditelusuri ternyata banyak juga yang sudah membahas itu di berbagai website), dimana ceritanya bertolakbelakang dengan apa yang biasa kita dengar. Ini bisa jadi sangat super duper jenius atau bener-bener gebleg. Wkkwkw.

Ia menjelaskan bahwasanya Iblis itu adalah hamba Allah yang paling taat. Karena ketaatannya, ia tak rela bersujud kepada selain Allah, ia tak mau bersujud kepada kepada manusia, walaupun dia seorang Nabi Adam sekalipun. Ia juga menuturkan bahwa Iblis termasuk hamba Allah yang paling sakti, paling berilmu, berani, dan paling kuat imannya, sehinga kemudian Allah memberikannya amanah besar untuk menjadi penggoda iman setiap manusia di muka bumi.

Hmmm, sudut pandang yang kedua itu kelihatannya cukup masuk akal, seandainya kita benar-benar mengetahui isi hati Iblis, dan benar-benar mengetahui apa yang menjadi kehendak Allah. Namun bagaimana jika kita tidak tahu sama sekali?

Tulisan ini tidak menggunakan sumber-sumber kuat, saya hanya mengulasnya dari pandangan saya pribadi.

Iblis memiliki karakter yang hampir serupa dengan manusia, dimana masing-masing memiliki akal dan ego/ hawa nafsu yang tinggi, sangat berbeda dengan malaikat dimana mereka tidak memiliki nafsu sama sekali, melainkan hanya ketaatan 100% terhadap Allah.

Iblis dan manusia, ibarat membandingan antara dua manusia saja: ada yang taat dan ada yang ingkar.

Jadi, memberikan pandangan positif terhadap sikap Iblis yang dilaknat Allah, menurut saya, menjadi sangat tidak tepat, karena bisa jadi Iblis bersikap hanya dengan egonya, dengan hawa nafsunya sebagai makhluk yang lebih senior (menurutnya), bukan karena tidak ingin bersujud kepada sesama makhluk ciptaan.

Wallahu a'lam.
Baiknya memang ditanyakan ke Ustadz, Ulama, atau bahkan ke iblisnya langsung :D


___________

Untuk dibaca dan dipelajari:

11. Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada Para Malaikat: “Bersujudlah kamu kepada Adam”, Maka merekapun bersujud kecuali Iblis. Dia tidak Termasuk mereka yang bersujud. 12. Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu aku menyuruhmu?” Menjawab Iblis “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang Dia Engkau ciptakan dari tanah”. 13. Allah berfirman: “Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, Maka keluarlah, Sesungguhnya kamu Termasuk orang-orang yang hina”. 14. Iblis menjawab: “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan”. 15. Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu Termasuk mereka yang diberi tangguh.” 16. Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, 17. kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). 18. Allah berfirman: “Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya Barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya.” (QS. Al-A’raaf: 11-18)

Ternyata sudah ada yang hal semacam ini, silakan baca di akhir tulisan dalam link berikut: https://kisahmuslim.com/1697-permusuhan-adam-dengan-iblis.html





No comments:

Post a Comment

Thanks for your coming, say something here :)

Powered by Blogger.