Persoalan banyaknya sampah memang bukan lagi sesuatu yang baru bagi kita, karena sudah membudaya, eh bukan membudaya dech, soalnya menurut seorang teman saya, kata "budaya" itu hanya digunakan untuk sesuatu yang baik, kalau yang buruk ya cukup dengan istilah "kebiasaan" saja, huhu....
Baiklah, kebiasaan membuang sampah sembarangan ini memang sudah lazim banget ditemui dimanapun dan kapanpun. Bahkan kebiasaan ini sama sekali tidak mengenal karakteristik seseorang; entah dia pendidikannya setinggi apapun (meski tidak semuanya), rasanya kebiasaan ini sulit dihindarkan oleh kebanyakan orang (termasuk saya sendiri, hahah).
Tahap penghentian kebiasaan ini sudah dilakukan sejak dahulu, sejak kita masih belajar a-e-i-o-u, sampai dewasa ini. Pendidikan berusaha menanamkan nilai-nilai kebaikan sejak dini. Namun apa yang terjadi dalam kenyataan hidup sehari-hari ternyata tidak mencerminkan nilai pendidikan tersebut.
Pengambil kebijakan rasanya sudah banyak melakukan berbagai cara. Mulai dari menetapkan sanksi, bahkan mengurangi volume sampah itu sendiri melalui plastik berbayar di setiap mini/supermarket. Tapi sampah tetep aja banyak, kan? huhu.
Perlu kita bedakan, masalah yang kita bicarakan ini tentang volume sampah atau kebiasaan membuang sampah sembarangan. Kalau bicara volume, ya pasti hampir tidak mungkin untuk mengurangi dengan jumlah yang signifikan, karena jumlah penduduk kita saja sudah banyak sekali, peringkat ke-4 dunia, setelah China, India, dan Amerika Serikat. Jauhlah kalau kita bandingkan dengan Singapura, hehe. Saya sendiri belum pernah ke luar negeri, tapi kata orang-orang, di Singapura itu orangnya sangat disiplin, dan sanksinya juga tinggi. Ya wajar juga mungkin ya, disana bisa ketat karena jumlah penduduknya juga sedikit, jadi bisa terawasi dengan baik. Lah, kita?
***
Menurut saya pribadi, jawabannya adalah fasilitas. Saya yakin setiap orang yang normal tidak mau membuang sampah sembarangan kalau saja dalam jarak beberapa meter dari tempat ia berpijak, ada tong sampah. Pasti ia akan menghampiri tong sampah tersebut, dan membuang sampahnya ke jalan tong sampah.
Tidak perlulah kita bahas mentalitas, moralitas, karena menurut pengamatan saya, orang sebaik apapun pasti malas jika harus menenteng-nenteng sampah hingga menemukan tong sampah, jika menyimpannya di tas akan membau, dan bagaimana jika tidak membawa tas? Pasti tidak ada alasan untuk membawa-bawa sampah.
Saya hanya ingin memberikan saran kepada para pembuat kebijakan (baik pemerintah maupun swasta), untuk menyediakan tong sampah sebanyak-banyaknya, minimal setiap jarak 20 meter terdapat tong sampah. Apalagi di pusat-pusat keramaian. Saya yakin semua orang akan mau dengan sendirinya untuk tertib, karena pada dasarnya setiap orang itu baik, hanya saja lingkungannya yang menjadikannya demikian. Hehe.
Saya jadi teringat salah satu ikan di TV, "Mau ngerubah Indonesia gak perlu sulit, mulailah dari hal-hal kecil, seperti membuang sampah pada tempatnya" (KALAU ADA TEMPATNYA). Wkwkw.
__________________
Images Source: revolusi.co.id

No comments:
Post a Comment
Thanks for your coming, say something here :)