Dukun Politik


Alkisah, seorang pemuda bercita-cita jadi pejabat, namun karena kurang percaya diri, ia memutuskan untuk menggunakan berbagai strategi, termasuk strategi gaib. Ia mendapat rekomendasi dari temannya untuk pergi ke gunung angker dimana si Mbah sakti tinggal. Dan syarat pertamanya adalah ia harus pergi sendiri, tak boleh ditemani siapapun. Sebetulnya ia penakut, namun karena tekad yang begitu kuat, akhirnya ia beranikan diri.

Setibanya ia di depan rumah si Mbah, tiba-tiba pintu rumahnya terbuka sendiri, lalu terdengar suara seperti menggeram.

“Hemmhhmm….”

Ia melompat, kaget bukan main, nyaris jantungnya copot.

Ternyata suara itu berasal dari belakangnya, suara si Mbah yang sudah tua renta. Namun karena suasana begitu hening dan redup, sehingga terdengar menyeramkan.

M: “Ada apa kisanak datang kemari?”

Dengan jantung yang masih berdenyut kencang, pemuda itu menjawab:

P: “Anu Mbah, tolong bantu saya, saya kepingin kepilih jadi lurah”
M: “Oh, gampang itu, kisanak ikuti saja arahan mbah”

Keesokan harinya pemuda itu berhasil menjadi lurah.


***

Sepuluh tahun kemudian, pemuda itu kembali ke rumah si Mbah.
P: “Mbah, saya mau minta tolong lagi, sekarang saya kepingin kepilih jadi presiden. Bisa mbah?”
M: “Sama aja, Mbah ahlinya, udah, tenang aja, ikutin saran Mbah”


***

Enam bulan kemudian pemuda itu kembali lagi.


M: “Mau nyalon lagi?”
P: “Begini, Mbah. Kali ini beda masalahnya”
M: “Mau apa?” Tanya si Mbah tidak sabar.
P: “Saya didemo mahasiswa, Mbah. Mereka menuntut saya supaya pertumbuhan ekonomi naik dari 5% jadi 15%, Pendapatan Perkapita naik jadi 90.000 dollar per tahun, Kuliah digratiskan, Kemiskinan diturunkan dari 11% jadi 2%, Upah dinaikkan, lapangan kerja diperbanyak. Bisa gak, Mbah?”

M: “Hemmm”
P: “Bisa, Mbah?”
M: “Mbah baru denger hal-hal semacam itu”
P: “Maksud Mbah?”
M: “Selama 50 tahun Mbah jadi dukun, belum pernah ada yang minta soal seperti itu”
P: “Waah, terus piye toh Mbah?
M: “Mbah udah ahli kalau soal pemilihan umum. Tapi kalau soal ini Mbah gak bisa bantu, soalnya selama ini orang memohon-mohon cuma kepingin biar kepilih aja, tapi gak ada yang memohon-mohon minta supaya rakyatnya sejahtera”


Bersambung….




No comments:

Post a Comment

Thanks for your coming, say something here :)

Powered by Blogger.